Selasa, 05 Oktober 2010

sekolah

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (atau "murid") di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.
Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional

fotografi

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

persahabatan

Persahabatn Nan Mesra antara anemon dan Ikan (keren gan)

Seekor bintang film pun lahirlah. Finding Nemo, film lansiran Pixar yang ditulis dan disutradarai Stanton itu akhirnya memenangi Academy Award 2003 untuk film animasi terbaik. Kepada jutaan anak di seantero dunia, si Nemo—ikan giru atau badut spesies Amphiprion percula—memperkenalkan ekosistem tropis yang mengagumkan: terumbu karang berikut para penghuninya.

Ikan giru disebut juga ikan badut karena alur warna cemerlang di tubuhnya (dari cokelat keunguan yang pekat hingga jingga, merah, dan kuning yang terang) sering dipisahkan oleh garis putih atau hitam terang, mirip cat muka badut sirkus. Saat ini, 29 spesies ikan giru hidup di antara terumbu karang, mulai dari Afrika Timur hingga Polinesia Prancis, dan dari Jepang hingga Australia timur dengan konsentrasi keanekaragaman terbesar di pesisir utara Papua, yaitu di Laut Bismarck.

Spesies ke-29 Amphiprion barberi ditemukan baru-baru ini dalam sebuah aktivitas penyelaman yang dilakukan oleh Gerald Allen—research associate di Western Australian Museum. Lewat penemuan itu, jumlah spesies yang dia temukan selama kariernya menjadi tujuh ikan giru. “Saya masih saja kegirangan saat menemukan sesuatu yang baru,” ujar Allen. “Amphiprion barberi adalah badut yang cantik, jingga dan merah seperti bara yang berpendar di karang.”

Di kalangan ilmuwan dan akuaris (pemerhati atau mereka yang punya minat terhadap ikan hias akuarium), ikan giru juga disebut ikan anemon karena si badut tidak bakal mampu hidup tanpa inang anemon yang tentakel penyengatnya melindungi ikan-ikan giru dan telurnya dari pemangsa. Di antara sekitar 1.000 spesies anemon, hanya 10 yang menginangi ikan giru. Sampai sekarang pun masihlah menjadi misteri bagaimana ikan giru bisa terhindar dari sengatan anemon, tetapi bisa jadi lapisan lendir di tubuh si badutlah yang melindunginya. “Lendir ini mencegah anemon melepaskan sel sengatnya,” ujar Allen. “Jika Anda pernah melihat anak ikan anemon yang baru masuk ke anemon, dia menyentuh tentakel si calon inang dengan sangat hati-hati. Keduanya harus bersentuhan agar proses kimiawi ini mulai berjalan.” Begitu memiliki tameng terhadap sengatan tentakel, ikan giru menjadi perpanjangan anemon—melindungi si inang dari ikan pemakan anemon, seperti ikan bagang. Yang menguntungkan bagi ikan giru juga menguntungkan anemon dan sebaliknya.