Selasa, 05 Oktober 2010

persahabatan

Persahabatn Nan Mesra antara anemon dan Ikan (keren gan)

Seekor bintang film pun lahirlah. Finding Nemo, film lansiran Pixar yang ditulis dan disutradarai Stanton itu akhirnya memenangi Academy Award 2003 untuk film animasi terbaik. Kepada jutaan anak di seantero dunia, si Nemo—ikan giru atau badut spesies Amphiprion percula—memperkenalkan ekosistem tropis yang mengagumkan: terumbu karang berikut para penghuninya.

Ikan giru disebut juga ikan badut karena alur warna cemerlang di tubuhnya (dari cokelat keunguan yang pekat hingga jingga, merah, dan kuning yang terang) sering dipisahkan oleh garis putih atau hitam terang, mirip cat muka badut sirkus. Saat ini, 29 spesies ikan giru hidup di antara terumbu karang, mulai dari Afrika Timur hingga Polinesia Prancis, dan dari Jepang hingga Australia timur dengan konsentrasi keanekaragaman terbesar di pesisir utara Papua, yaitu di Laut Bismarck.

Spesies ke-29 Amphiprion barberi ditemukan baru-baru ini dalam sebuah aktivitas penyelaman yang dilakukan oleh Gerald Allen—research associate di Western Australian Museum. Lewat penemuan itu, jumlah spesies yang dia temukan selama kariernya menjadi tujuh ikan giru. “Saya masih saja kegirangan saat menemukan sesuatu yang baru,” ujar Allen. “Amphiprion barberi adalah badut yang cantik, jingga dan merah seperti bara yang berpendar di karang.”

Di kalangan ilmuwan dan akuaris (pemerhati atau mereka yang punya minat terhadap ikan hias akuarium), ikan giru juga disebut ikan anemon karena si badut tidak bakal mampu hidup tanpa inang anemon yang tentakel penyengatnya melindungi ikan-ikan giru dan telurnya dari pemangsa. Di antara sekitar 1.000 spesies anemon, hanya 10 yang menginangi ikan giru. Sampai sekarang pun masihlah menjadi misteri bagaimana ikan giru bisa terhindar dari sengatan anemon, tetapi bisa jadi lapisan lendir di tubuh si badutlah yang melindunginya. “Lendir ini mencegah anemon melepaskan sel sengatnya,” ujar Allen. “Jika Anda pernah melihat anak ikan anemon yang baru masuk ke anemon, dia menyentuh tentakel si calon inang dengan sangat hati-hati. Keduanya harus bersentuhan agar proses kimiawi ini mulai berjalan.” Begitu memiliki tameng terhadap sengatan tentakel, ikan giru menjadi perpanjangan anemon—melindungi si inang dari ikan pemakan anemon, seperti ikan bagang. Yang menguntungkan bagi ikan giru juga menguntungkan anemon dan sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar